Skip to main content

Posts

Dampak Covid 19 Bagi Pembelajaran di Perguruan Tinggi

  Pandemi. Telah menjadi suatu hal yang agak menyultkan   umat manusia di era bersoialisasi dan berpartisipasi di berbagai bidang, salah satunya Pendidikan. Kegiatan belajar mengajar dari bebagai tingkat pun jadi menerapkan metode yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh orang awam, belajar online. Tidak semua orang bisa beradaptasi dengan metode ini karena sejatinya kegiatan belajar mengajar lebih nyaman dilakukan dengn praktik langsung atau tatap muka. Lalu, apakah dampaknya sebesar itu bagi murid dan pengajarnya?             Mahasiswa. Sejak awal berdirinya institusi Pendidikan bernama perguruan tinggi, hal yang paling ditunggu-tunggu oleh mahasiswa baru adalah hari pertama menginjakkan kaki di kampus. Hal itu dibuktikan dengan selalu adanya acara penyambutan mahasiswa baru. Bersoasialiasi, memperhatikan dosen yang sedang mengajar di kelas, memadupadankan pakaian kesukaan yang tidak terikat aturan berseragam, men...

Mana yang Lebih Baik : Meninggalkan atau Ditinggalkan?

            Manusia hidup dengan berinteraksi satu sama lain. Pertama bertemu, kemudian berkenalan hingga akhirnya memiliki suatu hubungan, entah itu sebagai teman atau mungkin lebih. Dan dari setiap pertemuan, pasti ada perpisahan. Perpisahan itu pasti, karena tidak ada yang abadi di dunia ini. Pertanyaannya, mana yang lebih baik, meninggalkan atau ditinggalkan?            Sebuah survey di situs Quora yang memiliki judul sama dengan esai ini menunjukkan bahwa, kebanyakan orang memilih untuk meninggalkan. Mengapa demikian? Karena ketika meninggalkan, kita tidak perlu merasa terkejut dan bertanya-tanya apa kesalahan kita. Meninggalkan tidak membuat kita merasa tidak berharga, merasa dibuang. Namun, walaupun begitu, meninggalkan dapat memberi rasa penyesalan yang begitu besar. Apalagi, jika hal yang kita tinggalkan adalah hal yang benar-benar berharga dan sulit untuk dicari kembali di kemudian hari. Siapa bilang meninggalkan tida...

Movie Review : My Wife is a Gangster 3

  Movie Review: My Wife is A Gangster 3   1.       Movie Identity Movie Title: My Wife is a Gangster 3 Director: Jo Jin-kyu Producer: Charles Kim, Chu Chen On Actors: Shu Qi, Lee Beom-soo, Hyun Young, Oh Ji-ho, Ti Lung Editor: Park Gok-ji Distributor: Showbox/Mediaplex Release Date: December 28, 2006 Running Time: 115 minutes Country: South Korea Language: Korean     2.       Synopsis My Wife is A Gangster 3 is the sequel to My Wife is a Gangster and My Wife is a Gangster 2. It tells a story about Lim Aryong (Shu Qi), the daughter of Hongkong Mafia Boss, Mr. Lim. Aryong has been suspected that she’d killed another big mafia boss. So, Aryomg moved to South Korea to be safe. Han Ki-Chul (Lee Beom-soo) is put in charge to look after her. No one understand the language Ayong speaking, so, they hired a translator named Yeon-hee (Hyun Young). At first Ki-chul and his associats were afraid of ...

Fiksimini

  1.       Kuaci Aku berlari dan terus berlari. Rasanya sudah berminggu-minggu aku disini. Tapi, sepertinya aku tidak kunjung menemukan hal yang kucari. Kok tidak sampai-sampai ya aku dari tadi? Lalu, menengok aku kebawah dari atas lemari. Pemilikku memberiku cemilan kesukaanku, biji bunga matahari. 2.       Diam Diam, diam, diam. Aku hanya bisa diam. Melihat tingkah sahabatku yang kian merusakku. Katanya mereka mencintaiku, katanya mereka menyayangiku, tapi mereka juga merusakku. Membuang punting rokok sembarangan, tidak membawa sampah kertas yang diatasnya tertulis tinggi tubuhku, juga tidak membereskan bungkus bekas makanan mereka. Sebenarnya ketika mereka bilang alam adalah sahabat, alam mana yang mereka maksud? 3.       Cantik Kamu cantik sekali hari ini. Baju putihmu terlihat serasi dengan baju hitamku. Rambutmu tidak terlihat, biasanya walau sudah pakai dalaman kerudung pun anak anak rambu...

Pagi Itu di Depan Teller Bank Cendrawasih

      Pagi itu, di depan teller bank Cendrawasih, Nino menunggu nomor antriannya dipanggil. Dia melirik secarik kertas di tangannya, Nomor 17. Kepalanya terangkat, melihat ke arah layar di pojok kanan atas ruangan. Sekarang masih nomor 12. Kondisi bank Cendrawasih memang agak ramai pagi itu. Ada bapak-bapak berkaos Polo, ada lelaki muda yang sedang membawa berkas-berkas di map plastik berwarna merah, ada sepasang kakek-nenek yang sedang membicarakan prosedur pengambilan uang pensiun, dan masih banyak lagi.             Nino menggoyangkan kakinya seraya menunggu. Hatinya berdegup kencang. Ia gugup. Sebenarnya ada alasan mengapa Nino bisa segugup itu. Tempo hari, dia memenangkan lotre dari perusahaan kopi sachet. 1 miliar rupiah. 1 miliar rupiah yang ia menangkan hari itu. Dirinya kaget bukan main, karena selama ini ia tidak pernah memenangkan apapun. Tiba-tiba memenangkan lotre seperti itu membuatnya berpikir bahwa se...

5 Pantun

1.        Buah mangga buah markisa Dipetik segar oleh pak Jaja Jika memang batin tersiksa Lebih baik tinggalkan saja   2.        Riuh terdengar suara tukang las Menyambung besi untuk juragan Memang sulit untuk bisa ikhlas Karena harus merelakan semua angan   3.        Cermin besar cermin kecil Dijual banyak di pasar malam Jika pahala tidak rajin di cicil Dosa akan membuatmu tenggelam   4.        Pagi-pagi latihan silat Ditemani suara burung kakatua Wahai Tuan bermata cokelat Adakah gerangan Nona yang punya?   5.        Hitam arang ayam bakar Rasanya enak walau agak pahit Jika rindu sudah tak bisa ditakar Lebih baik bertemu walau semenit

Dia

 Udara dingin masuk menembus kelambu Diiringi suara detik jam yang begitu merdu Tenggelam aku dalam suasana syahdu Kala kupanggil nama-Mu Aku bercerita tentang hal yang sama Berkeluh kesah tentang sebuah nama Bersyukur karena masih bersama Dan kadang bertanya apa maksud dari semua Yang terjadi di dunia Kadang aku lupa Tenggelam dalam dosa dosa Padahal katanya cinta Padahal katanya memuja Tapi aku selalu melanggar perintah-Nya Izinkan aku berdeklarasi Perihal rasa cinta yang tidak terdefinisi Rasanya tidak sanggup dituang dalam puisi Karena mata pasti akan berlinang sendiri Terima kasih karena Engkau tidak pernah meninggalkan Walaupun diri-Mu seringkali aku abaikan Jadikan aku kekasih-Mu yang teguh dan beriman Agar kelak aku dapat kekal mencintai-Mu di surga, Tuhan